Hasil studi terbaru melaporkan bahwa suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D hanya memberikan sedikit perlindungan terhadap patah tulang (fraktur) pada wanita.

Dalam studi terhadap 36.000 wanita paruh baya dan tua, mengkonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari hanya sedikit mengurangi penipisan tulang dan mengurangi risiko fraktur pinggul (patah pinggul). Namun, hasilnya kurang menjanjikan seperti yang diharapkan oleh para peneliti.

Setelah rata-rata 7 tahun, wanita yang minum suplemen memperoleh nilai 1% lebih tinggi pada tes kepadatan tulang pinggul dibandingkan dengan wanita yang minum placebo (tanpa kalsium).

Suplemen mengurangi risiko patah pinggul sebanyak 12% tapi tidak memberikan perlindungan terhadap patah pergelangan tangan dan punggung. Untuk wanita dengan usia lebih dari 60 tahun yang umumnya mengalami patah pinggul, suplemen kalsium mengurangi risiko patah pinggul sebanyak 21 %.

Disamping memberikan dampak pada kesehatan tulang, suplemen kalsium ditemukan meningkatkan risiko batu ginjal. Dalam studi yang berhubungan, para peneliti menemukan tidak ada hubungan antara suplemen kalsium dengan penurunan risiko kanker kolon seperti yang telah diprediksikan peneliti.

Penemuan dalam studi ini dapat menimbulkan pertanyaan karena masuknya kalsium dari makanan dan sumber lain tidak dihitung. Hal ini mungkin berdampak terhadap hasil studi.

Menurut Todd Nippoldt, M.D., seorang endokrinologis di Mayo Clinic,Rochester, Minn., “Kalsium terus berperan penting dalam kesehatan tulang,” dan tampaknya beralasan untuk merekomendasikan kadar harian kalsium melalui makanan, suplemen atau keduanya.

Meskipun suplemen kalsium sendiri tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup melawan osteoporosis, kalsium tetap penting sebagai makanan sehat bagi wanita.

“Berdasarkan peraturan umum, kami tetap merekomendasikan masukan harian 1500 mg kalsium dan 400 international unit vitamin D dari makanan dan suplemen,” kata Dr. Nippoldt. “Bagaimanapun, rekomendasi ini bervariasi tergantung kondisi individu. “Anda dan dokter anda dapat menentukan masukan kalsium dan vitamin D dalam kondisi spesifik.

MEMILIH SUPLEMEN KALSIUM

Faktor yang dipertimbangkan ketika memilih suplemen kalsium adalah jumlah elemen kalsium yang dikandung. Elemen kalsium menunjukkan jumlah kalsium dalam suplemen yang tersedia untuk diserap tubuh.

Sebagian besar suplemen kalsium mencantumkan jumlah elemen kalsium dalam label. Namun, beberapa merek hanya mencantumkan total berat {dalam miligram (mg)} setiap tablet. Total berat ini adalah berat kalsium dalam ikatan apapun seperti karbonat, sitrat, laktat atau glukonat.

Cara yang paling mudah untuk menentukan jumlah elemen kalsium dalam suplemen adalah dengan melihat label Fakta Nutrisi (Nutrition Facts). Untuk kalsium, % Nilai Harian {Daily Value (DV)} berdasarkan 1,000 mg elemen kalsium, sehingga setiap 10% dalam kolom Nilai Harian menunjukkan 100 mg dari elemen Kalsium (0.10 x 1,000 mg = 100 mg).

Sebagai contoh, jika suplemen kalsium memiliki 60% Nilai Harian, maka suplemen tersebut mengandung 600 mg elemen kalsium (0.60 x 1,000 mg = 600 mg). Demikian juga penting untuk memperhatikan ukuran penyajian (jumlah tablet yang anda harus minum untuk mendapatkan % Nilai Harian yang tercantum dalam label kemasan.

Suplemen kalsium merk generik biasanya lebih murah daripada merk dagang. Menurut Ahli diet Mayo Clinic,Jennifer K. Nelson, R.D., merk generik mungkin dapat tidak memenuhi persyaratan standar untuk waktu hancur tablet. Dengan kata lain, merk generik hancur lebih lambat yang berakibat efektivitasnya dapat menurun.

Hindari suplemen kalsium mengandung elemen pembentuk tulang atau dolomite. Produk-produk ini dapat mengandung zat beracun, seperti timah, merkuri, arsenik. Jangan terpukau dengan tablet kalsium dengan ikatan khelat. Produk tersebut lebih mahal dan tidak memiliki kelebihan dibandingkan tipe lain kalsium.

KAPAN MINUM SUPLEMEN KALSIUM?

Waktu terbaik untuk minum suplemen kalsium tergantung pada jenis kalsium yang dikandung suplemen. Suplemen kalsium umumnya mengandung kalsium karbonat atau kalsium sitrat. Periksa label kemasan untuk mengetahui bentuk kandungan suplemen. Kalsium karbonat harus diminum bersama makanan. Hal ini disebabkan asam lambung dapat meningkatkan penyerapan kalsium karbonat. Kalsium sitrat tidak perlu diminum bersama makanan. Tidak masalah berapa kali sehari minum berbagai bentuk kalsium.

Kalsium diserap sangat efisien oleh tubuh ketika diminum sejumlah 500 mg atau kurang. Bila anda mengkonsumsi 1000 mg kalsium sehari, bagilah menjadi 2 atau lebih dosis sepanjang hari.

Suplemen kalsium dapat mengganggu penyerapan beberapa obat seperti suplemen besi, beberapa antibiotik dan obat tekanan darah. Berdasarkan alasan inilah, anda sebaiknya tidak minum suplemen kalsium bersamaan dengan obat-obat tersebut.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk mengetahui interaksi yang mungkin terjadi antara kalsium dan obat yang anda minum.