Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya.Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.” “Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”. (lagi…)
Islam
Maret 14, 2008
Maret 14, 2008
Dzikir merupakan amaliah yang sangat dianjurkan bahkan merupakan kewajiban bagi setiap orang yang beriman terhadap Tuhannya. Bahkan semua amalan yang fardu maupun yang sunnah , pada intinya adalah untuk selalu berdzikir( ingat ) kepada Allah dan mengharapkan rido Nya. Dan diharapkan bertambah pula keta’atannya. Contohnya sholat lima waktu. Bila sholat dilakukan dengan khusu , hati dan pikiran akan tertuju kepada Allah dan berharap akan memperoleh ridoNya. Maka setelah selesai sholat iman akan bertambah, sehingga hati akan mengajak untuk lebih taat lagi kepada Nya . Sehingga tercapailah ayat yang bebunyi ” Wa aqimisholaata , in nasholaata tanhaa ‘anil fahsyaai walmugkar, waladziqrulloohi akbar”( Dan dirikanlah sholat, karena sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, dan dzikir(ingat) kepada Allooh itu lebih utama lagi). Jadi bukan semata-mata ritual sholatnya itu yang (lagi…)
Maret 14, 2008
Islam sangat memperhatikan hak- hak orang tua dan kerabat, oleh karena itu, kita ditekankan untuk mengamalkan dengan baik terutama hak-hak orang tua. hal ini disebabkan orang tualah yang telah melahirkan, mengasuh, mendidik, dan membesarkan kita sehingga kita menjadi manusia yang berguna. Oleh karena itu, kita wajib berbakti kepada kedua orang tua dengan cara menaati, menghomati, mencintai, menyayangi, membahagiakan serta mendo’akan keduanya ketika beliau masih hidup atuapun sudah meninggal dunia. (lagi…)
Maret 14, 2008
Meluruskan Dan Merapatkan Shaf Dalam Sholat Berjamaah
Posted by benyaliwibowo under IslamLeave a Comment
Di antara syari’at yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
kepada umatnya adalah meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah.
Barangsiapa yang melaksanakan syari’at, petunjuk dan ajaran-ajarannya dalam
meluruskan dan merapatkan shaf, sungguh dia telah menunjukkan ittiba’ nya
[mengikuti] dan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Adapun hadits-hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf
diantaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
Maret 14, 2008
Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan.
Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi.Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, orang bodoh, orang cerdas, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !
Maret 14, 2008
Oleh Dr.M. Anjad Khan
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan
Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,
bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
Maret 14, 2008
Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama ada di
langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat
dimandikan, lalu roh berkata : “Wahai orang yang memandikan, aku minta
kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan
perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan
malaikat maut”. Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu : “Wahai orang
yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas.
Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar
apabila terlepasnya roh dari tubuh”. (lagi…)


