Apa itu avian influenza (flu burung)? Avian influenza atau flu burung adalah penyakit menular pada binatang yang umumnya menginfeksi hanya pada unggas dan sedikit terjadi pada babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza strain A sub tipe H5N1. Terdapat dua bentuk infeksi pada unggas. Bentuk pertama menyebabkan sakit ringan, kadang-kadang dicirikan oleh sayap/bulu yang berkerut atau penurunan produksi telur. Bentuk kedua yang menjadi perhatian yaitu yang dikenal sebagai avian influenza yang sangat patogenik. Bentuk ini, pertama kali dikenal pada tahun 1878 di Italia, penyakit ini sangat menular pada unggas dan berakibat fatal, dimana angka kematian mendekati 100%. Unggas dapat mati pada hari yang sama dimana gejala timbul pertama kali. Apakah virus flu burung dapat menulari manusia? Tidak semua virus flu burung dapat menulari manusia, namun sejak tahun 1997 hal tersebut telah terjadi. Bagaimana virus flu burung dapat dibedakan dengan virus flu pada manusia? Terdapat beberapa subtipe dari virus flu tipe A. Subtipe ini dibedakan karena perbedaan jenis protein pada permukaannya yaitu, protein hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Terdapat 16 subtipe HA dan 9 subtipe NA pada virus tipe A. Beberapa kemungkinan kombinasi dari protein HA dan NA dapat terjadi. Setiap kombinasi merupakan subtype yang berbeda. Semua subtype virus flu A dapat ditemukan pada unggas. Namun tidak semuanya dapat menulari manusia, walaupun hal tersebut dapat saja terjadi. Terdapat tiga subtype virus flu yang dikenal pada manusia, yaitu H1N1, H1N2, dan H3N2, ditenggarai terdapat beberapa bagian genetic virus flu tipe A tersebut berasal dari burung. Virus flu A berubah secara konstan, dan dapat beradaptasi setiap waktu untuk menginfeksi dan menyebar diantara manusia. Bagaimana gejala klinis flu burung pada manusia? Gejala klinis flu burung pada manusia adalah seperti gejala flu pada umumnya, yaitu demam (>380C). sakit tenggorokan, batuk, pilek (beringus), nyeri otot, sakit kepala, konjungtivitis dan dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat dengan munculnya radang paru-paru (pneumonia) dan apabila tidak dilakukan penanganan yang tepat dapat menyebabkan kematian. Gejala flu burung tergantung pada virus yang menyebabkan infeksinya.Gejala klinis dari 10 kasus Avian influenza pada manusia di Vietnam adalah sebagai berikut: Demam lebih dari 380C, sulit bernapas dan batuk adalah gambaran utama. Seluruh pasien mengalami limfopenia dan gambaran abnormalitas foto thorax. Tidak ada pasien yang terlihat sakit leher, konjungtivitis, hidung kemerahan dan berair. Diare dengan feses cair terlihat pada setengah dari kasus. Delapan pasien meninggal, satu sembuh dan satu masih dalam kondisi kritis. Adapun definisi kasus flu burung pada manusia menurut WHO adalah : kultur virus influenza subtipe A (H5 N1) positif, atau PCR influenza (H5) positif, atau Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali. Bagaimana flu burung menyebar? Unggas yang terinfeksi menyebarkan virus melalui hasil ekresinya yaitu ludah, sekresi hidung, dan feses. Unggas lain akan rentan terinfeksi apabila unggas tersebut berhubungan (kontak) dengan hasil ekskresi atau permukaan yang terkontaminasi oleh eksresi tersebut. Umumnya kasus infeksi flu burung pada manusia dihasilkan dari kontak langsung dengan peternakan yang terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi, contohnya: pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya. Bagaimana upaya pencegahan penyebaran penularan flu burung? · Pada Unggas: 1.Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung 2.Vaksinasi pada unggas yang sehat· Pada Manusia :1.Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang) a.Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. b.Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. c.Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja). d.Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. e.Membersihkan kotoran unggas setiap hari. f.Imunisasi (jika telah tersedia vaksin) 2.Masyarakat umuma.Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. b.Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu : -Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)- Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit. Bagaimana pengobatan bagi penderita flu burung? Virus H5N1 yang saat ini menginfeksi unggas di Asia dan dapat menyebabkan penyakit dan kematian pada manusia bersifat resisten terhadap amantadine dan rimantadine, kedua obat antivirus tersebut umumnya digunakan pada influenza. Obat antivirus lain seperti oseltamavir dan zanamavir (diberikan 75 mg dosis tunggal selama 7 hari) akan lebih efektif untuk mengobati flu akibat virus H5N1, walaupun masih diperlukan studi untuk membuktikan cara kerjanya. Apakah telah ada vaksin yang melindungi manusia dari virus H5N1? Saat ini belum ada vaksin yang melindungi manusia dari virus H5N1. Namun, usaha pengembangan vaksin sedang dilakukan. Studi penelitian untuk menguji vaksin yang melindungi manusia terhadap H5N1 dimulai pada bulan April tahun 2005. (Para ilmuwan juga sedang berusaha untuk membuat vaksin H9N2, subtype lain dari virus flu burung). Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi National Institutes of Health website. Rekomendasi WHO berkaitan dengan Avian Influenza Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan Panduan vaksinasi influenza pada musim avian influenza “Guidelines for the use of seasonal influenza vaccine in human at risk of H5N1 infection” yang dikeluarkan pada 30 January. Dalam Penuntun Vaksinasi WHO ditekankan pentingnya vaksinasi influenza adalah antara lain sebagai berikut : – Walaupun vaksin yang digunakan saat ini tidak efektif untuk melindungi terhadap virus avian H5N1, tapi akan mengurangi resiko co-infeksi dan genetic re-assortment / penyusunan ulang materi genetik dari virus influenza manusia dan burung dalam tubuh manusia, dengan kata lain mencegah terbentuknya tipe baru virus influenza yang lebih ganas – Melindungi terhadap epidemik influenza manusia yang memang selalu terjadi sepanjang tahun di daerah tropis dan subtropik. – Walaupun ambang proteksi vaksin baru terlihat setelah dua minggu sejak dilakukan vaksinasi, namun diyakini bahwa ini tetap akan bermanfaat meskipun mereka terpapar dalam waktu dua minggu tersebut. Kelompok individu yang dianjurkan vaksinasi oleh WHO: Semua orang yang kontak dengan ternak atau peternakan yang dicurigai atau diketahui terkena avian influenza (H5N1), khususnya (a) orang yang melakukan pemusnahan hewan ternak yang terjangkit/mati akibat avian influenza, dan (b) orang-orang yang tinggal dan bekerja pada peternakan dimana dilaporkan atau dicurigai terkena dampak avian influenza atau ditempat dimana pemusnahan dilakukan. Para pekerja kesehatan yang setiap hari berhubungan dengan pasien yang diketahui atau dikonfirmasi menderita influenza H5N1. Tenaga kesehatan yang bekerja pada sarana pelayanan darurat di daerah terjadinya influenza H5N1 pada burung. Sumber: http://www.cdc.gov/flu/avian/gen-info/facts.htm http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/en/ http://www.who.int/csr/disease/avian_influenza/guidelines/seasonal_vaccine/en/print.html http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/FLUBURUNG1.pdf http://www.infeksi.com/hiv/articles.php?lng=in&pg=41 —————————————————————————————————————————————————————– FLU BURUNG : LEBIH GANAS DARI SARS ? FLU BURUNG (Flu Unggas, Selesma Ayam, Avian Influenza / AI, Bird Flu) adalah penyakit zoonosis (dapat menginfeksi manusia) & penyakit menular yang dapat berubah menjadi ganas dalam waktu yang relatif cepat. WHO menegaskan, tidak ada bukti flu burung menyebar dari orang ke orang, seperti kasus virus SARS. Dalam sebuah temuan, 80% kasus flu burung menyerang anak-anak dan remaja, terutama anak-anak dibawah usia 12 tahun. Tingkat kematian akibat flu burung sangat tinggi. Di Vietnam, 10 orang yang terinfeksi 8 meninggal, 1 sembuh dan seorang lagi dalam kondisi kritis. PENYEBAB : ? Virus avian jenis H5N1 (kode subtipe flu Hemaglutinin/H dan Neuramidase/N). Virus infuenza TIPE A pada unggas ini sangat virulen / ganas, dapat berubah-ubah bentuk (drift, shift). Perubahan mutasi ini dinamakan antigenic drift dan genetic reassortment. ? Jenis pada manusia : H1N1, H2N2, H3N2, H3N3, H5N1, H5N2 (AS), H9N2, H1N2, H7N7, H7N1(Itali); pada binatang H5N1, H9N1, H7N2. ? Sumber diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi. NEGARA SEBARAN, Antara lain : Korea Selatan, Vietnam, Jepang, Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Pakistan, Hongkong, Korea dan INDONESIA. Pernah terjadi di Itali, Belanda dan Amerika. Saat ini bersirkulasi di Asia. PROPINSI SEBARAN : Hingga pertengahan April 2005 telah terjadi di 21 propinsi (132 kabupaten/kota), al. DKI, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Lombok, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, NTB, NTT & Sulsel. CARA PENULARAN : ? Dari unggas ke unggas (ayam ras petelur & pedaging, ayam kampung/buras, burung puyuh, itik, angsa, dll), tapi dapat juga menular dari unggas ke manusia dalam 1 – 3 hari, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces unggas. Unggas yang menderita influenza H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan jumlah yang besar dalam kotorannya. Bisa juga dari burung liar, babi, kuda, ikan paus. ? Melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran / tinja / sekreta, cairan hidung / mulut unggas yang menderita flu burung. ? Bersinggungan / kontak langsung (memelihara, menyembelih atau tinggal disekitar area terinfesksi). Contohnya: pekerja di peternakan ayam, pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya. ? Ternak domestik, termasuk ayam, kalkun dan babi adalah yang paling mudah terkena dampak fatal dengan cepat dari epidemi influenza. ? Tidak menular melalui makanan. Hanya makan ayam atau telur matang saja tidak menyebabkan ketularan. Daging & telur unggas yang bila dimasak dengan baik & sempurna, tidak berbahaya. ? Tidak ada penularan dari manusia ke manusia. GEJALA : A. Gejala pada unggas : Jengger berwarna biru (pada beberapa kasus jengger tetap merah), borok di kaki dan kematian mendadak. Gejala pada unggas biasanya berfariasi, bahkan kadang tanpa gejala. B. Gejala pada manusia biasanya ini dimulai di antara hari pertama dan ketiga setelah ketularan. ? Panas tinggi atau demam (suhu badan diatas 38 °C). ? Sulit bernafas, pilek (hidung beringus) atau batuk ? Radang saluran pernapasan atas atau radang paru-paru (Pneumonia), tenggorolan terasa kering / nyeri. ? Pusing / sakit kepala, dan dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat dengan munculnya radang paru-paru & bila tidak dilakukan penanganan yang tepat dapat menyebabkan kematian. ? Bisa pula terkena infeksi mata ? Nyeri otot atau sendi tulang, lelah (bisa lebih parah pada bayi, anak, manula dan manusia dengan penyakit menahun). MASA INKUBASI : Pada Unggas : 1 minggu, dan pada pada manusia : 1-3 hari. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampai 21 hari. PENCEGAHAN : . Pada Unggas : pemusnahan unggas yang terinfeksi flu burung & vaksinasi pada unggas yang sehat. . Pada Kelompok Berisiko Tinggi (pekerja peternakan dan pedagang pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya). a. Mencuci tangan dengan desinfektan (penyuci hama) segera setelah kontak langsung dengan ternak unggas yang sakit, dan mandi sehabis bekerja. b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. c. Menggunakan alat pelindung diri / pakaian terlindung : kacamata, sarung tangan, masker, sepatu, dan harus melalui tindakan desinfeksi & sanitasi. d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. e. Menjaga kebersihan / sanitasi kandang dan membersihkan kotoran unggas setiap hari. f. Imunisasi. . Masyarakat umum : a) Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi, b) Istirahat cukup, c) Melaksanakan kebersihan lingkungan, d) Melakukan kebersihan diri serta e) Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya). f) Aturan memasak sehat sebaiknya tetap diperhatikan. CARA PENGOBATAN : – Bila menemukan gejala flu burung segera berobat ke dokter, puskesmas, RS atau RS rujukan penyakit AI. Berikan pula obat penurun panas, obat batuk dan vitamin sebagai langkah awal pengobatan. – RS rujukan penderita flu burung, al : RS Adam Malik Medan, RSUP Kab. Serang, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RS Dr. Soetomo Surabaya, dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RS. Sulianti Saroso Jkt. & RSU Persahabatan Jkt. KEBIJAKAN PEMERINTAH, antara lain : 1) Memantau dan melokalisasi petugas,peternakan dan kawasan yang terjangkit, 2) Mengadakan vaksinasi ternak unggas yang masih sehat, 3) Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung dan melokalisir area wabah, 4)Stamping out atau pemusnahan terhadap ternak unggas ataupun babi dalam kawasan pada radius tiga kilometer dari wilayah yang terkena virus flu burung disertai desinfeksi kandang pada saat terjadi wabah, 5) Layanan website : http://www.keswan.ditjennak.go.id, hot line (021) 78830617 pada jam kerja. TETAP WASPADAI : – Jangan panik & harus tetap waspada, terutama bagi kelompok yang beresiko karena virus ini telah menginfeksi manusia. Mengingat efek kefatalan dari infeksi virus ini sangat tinggi (high-pathogenic abian influenza) , WHO memperingatkan Penanganan Flu Burung Harus Lebih Serius Dibanding SARS (Media Indonesia, 15/1/05). Sumber : 1) Litbang depkes, 2. http://www.aventispasteur.co.id/, 3. //mhcs.health.nsw.gov.au, 4. (*)http://www.antara.co.id/ – 17/07/05, 5. http://www.deptan.go.id/, 6. Media Indonesia 19/01/04 & 15/01/05, 6) http://www.ppmplp.depkes.go.id, 7) Media Center Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI, 8) http://www.kompas.com, 9) http://www.liputan6.com, 10. Koran Tempo, 18/07/05, 11) Kompas, 21/07/05, 12. Investor Daily, 22/07/05.

About these ads